Pemerintah Desa Sesepan menggelar kegiatan musyawarah mufakat desa yang dilaksanakan di Balai Desa Sesepan dengan dihadiri oleh perangkat desa, anggota BPD, Ketua RW, serta ibu-ibu kader Posyandu. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi bersama terkait hasil penyuluhan dan penelitian kesehatan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa PKN Poltekkes Semarang di lingkungan Desa Sesepan.
Acara berlangsung dengan penuh antusias dan kebersamaan. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok mahasiswa, Fahrul, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Desa Sesepan dan seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan penelitian lapangan selama beberapa waktu terakhir. Fahrul menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga desa.
Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Bidan Desa, Ibu Ana Widiyawati, yang menyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan dan keluarga. Beliau juga menekankan bahwa pencegahan penyakit Tuberkulosis (TB) dan stunting membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, kader kesehatan, hingga pemerintah desa.
Ketua BPD Desa Sesepan, Ali Imron, SE, dalam sambutannya turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa Poltekkes Semarang. Menurutnya, hasil penelitian dan penyuluhan yang dipaparkan dapat menjadi masukan penting bagi desa dalam menentukan langkah-langkah penanganan kesehatan masyarakat ke depan.
Sementara itu, Plt Sekretaris Desa Sesepan, Hilman Shofia, S.Pd, menyampaikan bahwa pemerintah desa mendukung penuh berbagai kegiatan edukasi kesehatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit sejak dini.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan presentasi penyuluhan data hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa Poltekkes Semarang. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan data yang diperoleh dari kunjungan langsung ke rumah-rumah warga terkait kondisi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai penyakit TB dan kasus stunting pada anak. Mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pentingnya asupan gizi seimbang, serta upaya pencegahan penularan penyakit TB di lingkungan keluarga.
Suasana diskusi berlangsung aktif dengan adanya berbagai tanggapan dan pertanyaan dari peserta musyawarah, terutama dari para kader Posyandu dan Ketua RW yang turut memberikan masukan berdasarkan kondisi di lingkungan masing-masing.
Sebagai penutup kegiatan, mahasiswa Poltekkes Semarang memperkenalkan inovasi makanan sehat untuk membantu pencegahan stunting, yaitu nugget jagung. Inovasi tersebut dipilih karena jagung merupakan salah satu hasil bumi yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat Desa Sesepan. Selain mudah diperoleh, jagung juga memiliki kandungan gizi yang baik dan dapat diolah menjadi makanan sehat serta menarik bagi anak-anak.
Presentasi inovasi nugget jagung mendapat respon positif dari peserta yang hadir. Diharapkan inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memanfaatkan potensi hasil pertanian lokal menjadi makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak dan menekan angka stunting di Desa Sesepan.
Kegiatan musyawarah mufakat desa ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Pemerintah Desa Sesepan berharap hasil diskusi dan penyuluhan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan kepedulian bersama terhadap kesehatan lingkungan dan generasi penerus desa.